Hijrah

Senin, 08 Juni 2020
Mari Hijrah Selagi Muda

Masa muda adalah fase dimana pemikiran manusia masih sangat cemerlang, fisik sangat kuat, mental disertai semangat yang membara serta waktu yang masih cukup senggang. Pada intinya, masa muda adalah masa di mana segala sesuatu yang dimiliki manusia dalam kondisi puncaknya. Namun perlu kita ingat bahwa masa muda hanya datang sekali, sehingga sangat merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan masa mudanya dan beruntunglah orang-orang yang memanfaatkan masa mudanya dengan selalu berbuat kebaikan dan taat kepada Allah Swt. Bahkan Rasulullah Saw. telah mengingatkan kita di dalam haditsnya,

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
(HR. Bukhari no. 6412)

Namun, pada kenyataannya saat ini banyak pemuda yang masih senang menghabiskan waktunya  dan  hidupnya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, misalnya menghabiskan waktunya seharian hanya untuk tidur, bermain game online sepanjang hari, dan nongkrong-nongkrong tidak jelas di mall ataupun di pinggir jalan . Bahkan kita sering mendengar perkataan yang sering terlontar dari lisan anak muda seperti ini, “ Masa muda adalah  masanya foya-foya, taubatnya nanti saja kalau sudah tua”. Dari pernyataan yang sering terdengar ini dapatlah diketahui bahwa banyak di antara kalangan pemuda beranggapan bahwa masa muda adalah masanya untuk berfoya-foya dan  menikmati segala kebebasan dengan sebebas-bebasnya. Seolah yang namanya kematian hanya datang ketika usia sudah tua saja. Padahal kematian adalah hal yang pasti datang kepada sesesorang apabila telah  tiba saatnya! Tidak peduli muda ataupun tua, miskin ataupun kaya, serta jelek maupun rupawan. Apabila tiba saatnya tak seorangpun yang dapat memajukan atau  memundurkan barang sedetikpun. Sebagaimana firman  Allah Swt.,

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"(QS.Al-Jumu’ah : 8)

Dari ayat di atas kita ketahui bahwa  manusia tidak dapat menghindari kematian, namun kita hanya dapat mempersiapkan bekal untuk akhirat kelak dengan iman dan amal perbuatan selama di dunia. Hidup adalah pilihan, untuk menjadi manusia yang baik dan buruk ada di tangan kita, namun sudah seharusnya kita menyadari bahwa hanya kebaikan lah yang seharusnya kita pilih di dunia ini karena sudah banyak petunjuk-petunjuk yang Allah berikan kepada kita agar kita manusia senantiasa memilih jalan yang baik lagi benar. Oleh karena itu selagi muda marilah kita berhijrah kepada jalan Allah Swt. sebagaimana firman-Nya,

 Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. An-Nisaa’ : 100)

Kata hijrah bisa ditinjau dari dua sisi, yaitu secara makaniyah (tempat) dan maknawiyah (sifat/makna). Secara makaniyah, hijrah berarti berpindah tempat, yaitu seperti hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan  para Shahabat dari kota Makkah ke Madinah. Namun bagi kita diperintahkan untuk hijrah secara maknawiyah, yaitu  adanya perubahan di dalam hidup, dari yang buruk menjadi baik, dari baik menjadi yang lebih baik lagi. Sebagai seorang Muslim, tentu standar yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu tidak lain dan tidak bukan adalah Al-Qur’an dan Hadits, bukan pendapat kebanyakan orang dan hawa nafsu manusia.

Hijrah merupakan hal yang sangat berat untuk dilakukan. Terlebih lagi jika dilakukan ketika masih muda, karena  masa muda adalah masa dengan godaan yang paling berat. Namun, jika pemuda mampu menghadapi godaan-godaan yang berat tersebut dengan senantiasa menjadi pemuda yang beriman lagi taat dalam menjalankan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang, maka di sanalah salah satu letak kemuliaan yang akan diperoleh oleh para pemuda. Tidak hanya itu,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak serta pahala yang melimpah bagi siapa yang berhijrah dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah Swt. Kemudian, Rasulullah Saw. memotivasi para pemuda melalui sebuah hadits,

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah SWT  pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Allah, Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, Dua orang yang saling mencintai kerana Allah  berkumpul dan berpisah kerana Allah juga, Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya sambil berkata ‘Aku takut kepada Allah’, Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga meleleh air matanya basah kerana menangis.” 
(HR. Bukhari No. 620)


Wahai para pemuda muslim, marilah kita menjadi pribadi yang selalu meningkatkan kualitas diri, baik segi keimanan, amal perbuatan, akhlak dan ilmu. Karena mati tidak menunggu tua, maka berhijrahlah selagi muda!